CIA dan Konspirasi BomBali..!?
Tidak singkronnya antara pengakuan Amrozi CS mengenai bahan peledak yang digunakan yakni bahan kimia rakitan dengan hasil dan efek ledakan dahsyat yang ditimbulkan tersebut masih menimbulkan teka-teki dan misteri soal ada tidak nya pihak lain yang terlibat dalam pengeboman bom bali tersebut. Bahkan selama proses penyelidikan Untuk sekian kalinya jenis bom yang diumumkan oleh pihak penyelidik Polri berubah-ubah. Mulanya disebut C4 kemudian diokoreksi menjadi RDX dan TNT. akhirnya ehemm…ternyata hanya bom rakitan dengan bahan potasium klorat dan amonium sulfat atau bahasa kasarnya ternyata hanya bom kelas karbitan lah..!.
Joe Vialls. Mantan pakar demolisi dari kesatuan elit tentara Inggris SAS, yang kemudian desersi dan menetap di Australia sebagai pengamat masalah-masalah intelijen meyakini bom yang meledak di Sari Club adalah mikro nuklir, karena ada efek cendawannya Efek cendawan merupakan satu-satunya efek yang bisa dibuat oleh bom nuklir. Dan bom yang meledak di Sari Club, Kuta-Bali memang mikronuklir,””Menduga bom Bali sebagai bom rakitan dan potasium klorat merupakan analisa idiot murni. Amat bodoh dan hanya mungkin dilakukan karena ada tekanan dari luar” ujar Joe Vialls.
Kesaksian seorang kapten angkatan bersenjata Australia yang tengah berlibur di Kuta dan selamat dari ledakan di Sari Club juga patut mendapat perhatian. Menurutnya, beberapa detik sebelum bom meledakkan Sari Club, aliran listrik padam di sekitarnya, seolah ada gelombang elektomagnetik atau gelombang radiasi yang menyebabkan listrik padam temuan ini memperkuat analisanya tentang mikro nuklir.
Profesor Achmad Tabktir, Kepala Laboratorium Proses, Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Surabaya. Menurut Achmad Tabktir, data belanjaan Amrozi dari Toko Tidar Kimia memang bisa digunakan untuk membuat bom dengan efek ledakan lumayan. Tapi, pasti bukan bom Bali. “Kemungkinannya sangat kecil bom Bali terbuat dari bahan-bahan itu. Soalnya, ledakannya pasti tak akan sedahsyat ledakan bom Bali,”.
Petinggi TNI saat itu Ryamizard ryakudu termasuk orang yang meragukannya kemudian untuk membuktikan kecurigaan ini, TNI sengaja mempertontonkan kemampuan daya ledak TNT pada sebuah gedung kepada pers, TNT merupakan bahan bom standar yang biasa militer pakai. Hasilnya, terbukti ledakan bom berbahan TNT murni saja tak bisa menghasilkan efek ledakan sedahsyat ledakan bom Legian. perlu diketahui bahan peledak TNT merupakan bom standar militer yang jauh lebih canggih daya ledaknya ketimbang ledakan bom dari bahan kimia rakitan yang diakui Amrozi sebagai bom pemicu ledakan di bali. Tapi nyatanya ledakan yang terjadi di bali tersebut jauh lebih dahsyat ketimbang TNT bahkan menurut Joe Vialls, beliau mengatakan ledakan yang terjadi di Legian, Bali lebih hebat dari sekedar C4. Bom berbahan C4 memiliki dayaledak lebih hebat ketimbang TNT, dikenal pula sebagai bom plastic, mudah dibawa-bawa dan aman karena tidak sensitive terhadap guncangan serta mampu lolos dari proses screening nya pada metal detector, sehingga untuk menyeludupkannya masuk kedalam lokasi target pemboman juga bukan hal yang sulit (dalam artian dengan bentuk yang kecil saja semisal seukuran batu bata pun mampu meledakan gedung yang besar berkeping-keping, sedang resiko meledak dalam proses pemindahannya juga kecil, tentu saja pengguna bom c4 harus memiliki akses dengan militer yang terorganisir atas dasar komando resmi karena prosedur dan pengawasan untuk keluarnya bom ini dari gudang militer juga sangat ketat ), sedang untuk meledakannya tentu saja mudah bagi pihak kelompok “X” ini karena tidak memerlukan sukarelawan pelaku pembom bunuh diri, karena bahan peledak C4 lazimnya diledakan memang dengan alat picu memakai ledakan bahan peledak lain, sehingga untuk kasus ledakan seperti bom bali yang paling menentukan hanyalah informasi mengenai keakuratan momentum yang benar agar bahan peledak C4 tersebut bisa bersama-sama meledak beserta bahan peledak pemicunya, sehingga untuk amannya menurut analisa saya memang bahan peledak C4 itu sudah ada disiapkan terlebih dahulu dilokasi target sedang pemicu ledaknya ialah bomnya Amrozi CS.
Bahan peledak C4 dimiliki pula oleh TNI, namun TNI belum mampu membuatnya bahan peledak tersebut masih import dan hanya diproduksi dari Negara-negara tertentu saja seperti Amerika / Israel, Inggris, Prancis, Jerman, dan Rusia., prosedur penggunannnya pun sangat ketat, dan TNI maupun kemungkinan oknum TNI tidak memiliki alibi kuat untuk berkonspirasi berbuat seperti itu. Sedang analisa lain yang mengatakan bisa saja Amrozi CS membawa sisa bahan peledak C4 hasil rampasan pada perang Afganistan, analisa ini sangat lemah karena sampai trio bomber tersebut di eksekusi tidak ada pengakuan sedikitpun dari mereka soal penggunann bahan peledak C4 yang diduga menjadi pemicu ledakan dahsyat bom legian tersebut padahal selama ini mereka sudah begitu lama di introgasi dan begitu banyak informasi yang didapat penyelidik Polri. Bahkan dengan kepolosannya mereka membanggakan hasil ledakan bom rakitan kimia yang mereka buat walaupun efek ledakan tersebut menimbulkan Kontroversial dikalangan ahli bom / bahan peledak
persis kejadiannya dengan seseorang yang mengakui telah membunuh dengan pisau namun anda melihat jasad korbannya tidak saja terkena tusukan pisau tapi terdapat lubang tembakan, bagaimana aneh bukan???
Lantas apa hubungannya dengan CIA, Perlu diketahui beberapa waktu sebelum terjadinya ledakan, konon sebuah kapal perang AS memang tengah melabuh jangkar di pelabuhan Genoa Bali dan anehnya bisa melakukan sweeping sekeliling kapal dalam radius ratusan meter, agar siapa pun tidak mendekat. Alibi adanya keterlibatan agen rahasia amerika CIA lumayan besar, karena memang AS punya kepentingan dengan Indonesia dan Negara lain dengan perang global terhadap apa yang dianggapnya sebagai terorisme dunia dan semua ini memang sudah diagendakan oleh pihak Pentagon dengan disusunnya agenda kontraterorisme yang disebut rencana aksi superintelijen. .Untuk mendukung keperluan itu, Menhan AS Donald Rumsfeld telah membentuk empat tim khusus intelijen. Tim-tim ini mendapat hak istimewa dan dipimpin oleh pejabat teras seperti Deputi Menhan Paul D Wolfowitz, Richard Perle (menhan era Presiden Ronald Reagen yang kini menjadi penasihat militer Presiden George W Bush dan ketua Badan Kebijakan Pertahanan (DPB)), dan Douglas J Feith (asisten Richard Perle). sebagaimana berita ini dilansir oleh New York Times (24/10).
Sebagaimana diketahui bersama bahwa setiap gerak pertahanan dan keamanan Amerika dilapangan di implementasikan oleh militer AS dan agen rahasinyanya CIA, sedang Mossad ialah agen rahasia Israel sekutu kentalnya Amerika serikat. Saking kentalnya persekutuan mereka konon pernah terjadi adanya aksi penyadapan oleh Mossad terhadap petinggi AS digedung putih dan AS hanya melakukan protes saja tanpa timbul kerusakan hubungan diantara keduanya.
Lantas mungkinkah bagi agen rahasia Amerika dalam hai ini CIA dan Mossad melakukan skandal konspirasi yang tega mengorbankan orang-orang tak berdosa dalam agenda kegiatan intelijennya seperti kemungkinan dugaan sebagian orang atas keterlibatan mereka pada bom bali 1. Berdasarkan pada teori kemungkinan atas track record sepak terjang operasi intelijen CIA, Jangankan mengorbankan rakyat sipil diluar AS, warganya sendiri bahkan yang namanya operasi intelijen Amerika itu pun konon pernah mengorbankan anggota militernya dalam serangan jepang ke pangkalan AS di Pearl Harbour yang sebenarnya sudah diketahui oleh pihak intelijen AS dan bahkan presidennya saat itu, namun tetap dibiarkan saja serangan itu terjadi untuk menimbulkan kemarahan masyarakat Eropa dan Amerika kemudian menjadi alat pacu legitimasi serangan balasan bagi AS untuk menggunakan serangan bom nuklir pertama (Atom) ke Hiroshima dan Nagasaki untuk mempercepat mengakhiri perang dunia ke dua yang telah banyak memakan biaya dan banyak korban jiwa bagi AS. Berikut ini hasil berita dan liputan yang diambil oleh media barat (Eropa dan Amerika) sendiri mengenai sepak terjang dan pengalaman panjang konspirasi pembusukan oleh intelijen AS .
CIA dan Berbagai Skandal Konspirasinya yang sempat terekspose media pers.
Los Angeles Times (27/10), menurunkan analisis militer William Arkin. Dia berpendapat aksi ultraintelijen itu sebagai pengulangan atau perluasan dari program rahasia militer yang pernah digelar Presiden Nixon. Aktivitas itu memungkinkan CIA bersama kekuatan militer Amerika melakukan aksi rahasia, perang informasi, operasi intelijen, serta tipu muslihat (cover and deception). ”Operasi itu bisa lebih dahsyat dari sekadar PsyOp (psycological operation -red) yang diluncurkan pasca 11 September.” Melalui Defense Science Board (DSB), Rumsfeld merancang organisasi Proactive, Preemptive Operations Group (P2OG) yang berwenang menjalankan misi rahasia untuk memicu reaksi dari kelompok-kelompok teroris, mendorong mereka melakukan aksi kejahatan yang kemudian diekspose besar-besaran oleh media massa. Untuk kepentingan ini, Pentagon telah merekrut sedikitnya 60 wartawan dan fotografer dari berbagai negara serta lebih dari 30 kantor berita asing. ”Ini upaya paling ambisius sejak perang Vietnam,” ucap sumber Pentagon kepada Los Angeles Times (15/11). Dengan cara ini, tentara AS kelak akan dibenarkan bila melancarkan serangan balik atas nama antiterorisme. Dengan kata lain, kata Floyd, pemerintah AS berencana menggunakan operasi militer yang diam-diam dan berbau tipu muslihat yang memprovokasi serangan teror terhadap orang dan kepentingan Amerika. Dengan dalih program P2OG, Donald Rumsfeld, Dick Cheney, George W Bush dan petinggi lainnya berhak membiarkan terbunuhnya orang-orang tak besalah. Demi mewujudkan ambisi geopolitik, hak-hak sipil seakan-akan boleh diabaikan oleh negara adidaya itu. P2OG memungkinkan Pentagon kembali menggelar perang kotor (fight dirty). Efek P2OP akan lebih besar dari operasi hitam dan aksi rahasia pada Perang Vietnam pada 1970-an, kata David Isenberg dalam Asia Times (5/11). ”Dengan memakai aset-aset Dephan, CIA bisa melakukan eksekusi di luar proseshukum,” tambah William Schneider Jr yang juga pimpinan DSB,. Rencana provokasi ala Rumsfeld-Bush bisa memicu pembunuhan dan terorisme baru. Bahkan, Floyd menilai program P2OP itu sebagai reinkarnasi dari Operasi Northwood. Dia khawatir, jika agenda itu akan menghidupkan kembali aksi-aksi rekayasa seperti serangan Pearl Harbor dan Lavon Affair. Bila ini terjadi, maka korban black propaganda akan bertambah panjang. William Blum, dalam buku Killing Hope: US Military and CIA Interventions Since World War II, menulis berbagai operasi intelijen Amerika telah mengorbankan sejumlah bangsa. Antara lain Cuba, Haiti, Republik Dominika, Nicaragua, El Salvador, Honduras, Guatemala, Panama, Mexico, Chile, Granada, Colombia, Bolivia, Venezuela, Uruguay, Paraguay, Ecuador, Zaire, Namibia, Lebanon, Mesir,Yunani, Siprus, Bangladesh, Iran, Afrika Selatan, Filipina, Korea, Vietnam, Laos, Iraq, Cambodia, Libya, Israel, Palestina, China, Afghanistan, Sudan, Indonesia, East Timor, Turki, Angola dan Somalia. Sejarah mencatat, serangan Pearl Harbor telah menyudutkan Jepang pada posisi pihak tertuduh. Aksi teror ini kemudian memicu pemboman Nagasaki dan Hiroshima, serta kemudian mengobarkan api Perang Dunia Kedua. Sejatinya, sebagaimana terungkap dalam dokumen intelijen, kala itu, Presiden Roosevelt telah mengetahui (setidaknya diberitahu) soal adanya rencana serangan itu. Dia membiarkan, bahkan ikut merekayasa, sehingga peristiwa itu membangkitkan emosi dan kemarahan waga AS dan sekutunya. Chris Floyd, kolomnis Moscow Times (1/11), dalam artikel berjudul Into the Dark: the Pentagon Plan to Provoke Terrorist Attacks menilai ucapan Menhan Rumsfeld sebagai fakta tak terbantahkan adanya upaya provokasi dari Pentagon. ”Serangan itu akan terjadi karena memang dikehendaki atau sengaja diciptakan Amerika untuk membenarkan langkah-langkahnya dalam melancarkan perang antiterorisme.”
Sementara itu, Lavon Affair adalah operasi intelijen Mossad. Ini berawal dari operasi diam-diam Menhan Pinhas Lavon pada 1954 dan 1956. Tahun 1956, agen Mossad diam-diam meledakkan Kedubes AS dan fasilitas militer asing di Cairo. Tetapi, yang tertuduh sebagai pelaku adalah orang Arab. Maka, bercamuklah perang Israel-AS-Inggris melawan negara-negara Arab. Hasilnya, perluasan wilayah negara Israel. Kisah ini pernah diungkap Times of London.
Menurut Victor Ostrovski, mantan agen Mossad, AS-Israel juga terlibat dalam merekayasa pemboman terhadap fasilitas AS di Timur Tengah yang kemudian memunculkan tuduhan kepada Libya. Pemimpin Libya Muammar Kadhafi, hingga kini, pun dituding sebagai pelindung terorisme. Langkah serupa terjadi 1967. Di tengah ketegangan Arab-Israel, 8 Juni 1967, Israel tiba-tiba menyerang kapal induk USS Liberty. Akibatnya 34 perwira muda tewas, 171 orang terluka dan menenggelamkan 821 roket dan senjata mesin AS. Apa terjadi kemudian? AS marah besar. Negara-negara Arab kembali diserang. Israel pun menang dan bertambahlah luas negara zionis itu. Rahasia ini diungkap oleh James M Ennes dalam buku Assault on the Liberty,
Operasi Northwood secara lengkap diungkap oleh James Bamford dan Peter Jennings dalam buku Body of Secret. Wartawan televisi ABC ini menyusun buku berdasarkan wawancara dan keterangan dari sekitar 600 narasumber. Aktor kuncinya adalah Presiden John F Kennedy (JFK), Menhan Robert McNamara, Kastaf Gabungan Laksamana Lyman Lemnitzer, serta pentolan CIA. Buku itu intinya berkisah bahwa pada 1962, elite pemerintah AS berniat menginvasi Kuba, lewat serangan Teluk Babi. JFK, tulis Bamford, berpendapat operasi militer bisa menimbulkan masalah dan bukan hal yang gampang. Tetapi, Lemnitzer, CIA dan pejabat lain telah terobsesi untuk mengusai Kuba yang komunis. Tatkala saudara-saudara Kennedy melunak, Lemnitzer dkk justru melihat ada kesempatan besar untuk segera menyerang Kuba. Dia menyusun skenario dan rekayasa untuk melakukan trik dan intrik mempengaruhi opini publik di AS dan dunia pada umumnya. Singkatnya muncullah operasi Northwoods. ”Kita dapat meledakkan kapal selam AS di Teluk Guantanamo Bay dan menghajar Kuba sekaligus dengan mengarahkan media massa untuk melecut harga diri bangsa,” kata Kastaf Miiliter Gabungan AS. ”Kapal diledakkan demikian rupa hingga seolah-olah itu dilakukan oleh teroris Kuba.” Pada saat yang sama, kata Lemnitzer, ”kita dapat mengembangkan kampanye teror ala komunis Kuba di wilayah Miami, kota-kota Florida bahkan di Washington.” Ada juga usulan membuat duplikasi menjadi satu drone (pesawat tak berawak) yang dikendalikan dari pesawat sipil reguler. Pesawat disiapkan untuk mengangkut penumpang kemudian dikonversi jarak jauh untuk kemudian dihancurkan dengan pemicu menggunakan sinyal radio. Begitu ledakan terjadi yang tertuduh adalah teroris Kuba. ”Selanjutnya, Kuba tinggal dibakar.” jelas Lemnitzer.
Cara lain juga sempat diusulkan. Yaitu meledakkan roket yang akan membawa astronot John Glenn mengangkasa pada 20 Februari 1962. Bukti-bukti palsu yang bisa memberi indikasi adanya sabotase dari teroris Kuba disiapkan. ”Kita buat bukti-bukti seolah adanya interferensi elektronik yang dioperasikan orang Kuba.” Sementara NASA menyiapkan astronot pertama ke angkasa luar, Kastaf Gabungan menyiapkan kematian John Glenn sebagai martir pemicu serangan ke Kuba. Karena JFK tak setuju, rencana itu urung dilakukan. Dan, AS kemudian memang gagal menginvasi Kuba. Tetapi, JFK kemudian terbunuh secara misterius.
Akibat sikap keras kepalanya presiden kuba Fidel Castro terhadap ketidakpatuhannya terhadap kehendak pemerintah AS dalam masalah nuklir konon memicu upaya pembunuhan beruntun terhadapnya oleh agen-agen barat CIA. Konon CIA telah mencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro sebanyak 638 Kali, Fidel Castro bisa jadi merupakan salah satu pemimpin yang paling diincar oleh Amerika Serikat (AS) untuk dibunuh. Badan intelijen negara Paman Sam ini, Central Intelligence Agency (CIA) tercatat ratusan kali mengupayakan pembunuhannya tapi selalu gagal. Fabian Escalante, seorang yang lama bertugas menjaga keamanan Castro, menghitung, upaya pembunuhan yang dilakukan CIA terhadap Castro sebanyak 638 kali. Dalam artikel yang dirilis Wikipedia, di antara upaya pembunuhan itu termasuk meledakkan cerutu, suatu yang paling disukai oleh Castro. Cara lainnya adalah memasukkan jamur beracun ke dalam pakaian menyelam. Dan cara yang paling “konvensional” adalah penembakan gaya mafia. Beberapa plot pembunuhan ini digambarkan dalam sebuah dokumen yang berjudul 638 Ways to Kill Castro (638 Cara untuk membunuh Castro). Salah satu dari upaya ini adalah melalui mantan pacarnya, Marita Lorenz, yang dia temui tahun 1959. Sebelumnya, dia setuju untuk membantu CIA dan berusaha menyelundupkan sebotol krim yang mengandung racun untuk dimasukkan ke dlaam ruangan Castro. Ketika Castro sadar, dia lalu menyerahkan senjata itu kepada Marita dan memintanya untuk menembak dia, namun sang pacar menjadi tidak tega. Castro pernah melontarkan kalimat guyon terkait dengan upaya pembunuhannya. “Jika selamat dari upaya pembunuhan itu merupakan cabang yang dipertandingkan di Olimpiade, makas saya pasti sudah meraih medali emas.”
Dari gambaran singkat mengenai sepak terjang CIA/Mossad dalam dunia konspirasi dan skandal berdarah menurut liputan dan berita yang sempat diekspose oleh media pers barat sendiri, memang hal-hal tersebut diatas mungkin tidak akan pernah di filmkan untuk menggambarkan CIA sebagai sosok yang antagonis, jadi jangan berharap banyak mengetahui kebenaran dari film-film Hollywod karena sebenarnya kebrutalan ulah intelijen barat tak kalah bejatnya dengan inteligen Rusia KGB, hanya AS jauh lebih pandai dalam menampilkan wajah ramah bersahaja dalam tampilan intelijen mereka sebagaimana yang sering digambarkan dalam film-film mereka sebagai sosok pahlawan dan pembawa damai, mereka lebih pandai menciptakan tampilan sosial yang disukai dan juga berhasil menguasai jaringan komunikasi dunia. tampil jauh lebih mempesona dibandingkan dengan wajah angker dan dingin intelijen Rusia terdahulu (KGB).
Maka tanyakan pada diri Anda masing-masing mungkinkah CIA/Mossad ikut terlibat dalam kasus peledakan bom di legian Bali. Tapi yang jelas pascatragedi 12 Oktober, Menhan AS Donald HRumsfeld semakin gencar menyampaikan pesan-pesan peringatan akan adanya serangan baru dari Alqaidah. Dalam hari-hari mendatang, kata dia, Amerika akan lebih banyak mendapat serangan teroris dan seolah-olah ini mengindikasikan bahwa implementasi agenda kontraterorisme yang disebut rencana aksi superintelijen dengan organisasi proactive bentukan Donald Rumsfeld yakni Preemptive Operations Group (P2OG) yang berwenang menjalankan misi rahasia untuk memicu reaksi dari kelompok-kelompok teroris, mendorong mereka melakukan aksi kejahatan yang kemudian diekspose besar-besaran oleh media massa sebagaimana dipaparkan sebelumnya memang sedang memulai permainannya. Dengan cara ini, tentara AS kelak akan dibenarkan bila melancarkan serangan balik atasnama antiterorisme.
Data diambil dari berbagai sumber
Eksekusi Amrozi CS dalam timbangan..!?
Ledakan dahyat bom bali 1 memang berhasil menghentakan dunia! bagaimana tidak, selepas berbagai tuduhan dari Amerika dan sekutunya seperti Australia dan Singapura terhadap Indonesia sebagai sarang teroris yang sempat ditanggapi dingin oleh pemerintah Indonesia akhirnya membuahkan tamparan telak bagi pemerintah RI, tak berapa lama bersrelang dari tudingan buruk Negara-negara sekutu AS tersebut bahwa Indonesia adalah sarang teroris akhirnya seolah-olah terwujud, bermula diawali dengan bom malam natal tahun 2000 dan mengalami puncaknya dengan ledakan dahsyat bom bali 1 tahun 2002 yang sangat banyak memakan korban jiwa terutama warga Negara asing barat terutama Australia tepatnya 12 Oktober 2002, dua buah bom meledak di Bali. Bom pertama meledak di Paddys Café, termasuk berdaya ledak rendah (low explosive), dan disusul kemudian dengan ledakan bom berkekuatan sangat tinggi (high explosive) di Sari Club, Kuta . Hal spektakuler terjadi tak lama setelah itu , entah karena tekanan Negara barat, Polri begitu focus menyelesaikan kasus ini dan akhirnya pihak kepolisian berhasil menciduk satu-demi satu kelompok amrozi cs, suatu prestasi yang gemilang bagi polri yang dalam waktu singkat berhasil menemukan para pelaku bom bali tersebut hanya dengan berbekal permulaan dasar penyidikan serpihan-serpihan kecil sisa bom mobil yang kemudian mampu menelusuri pelakunya , sungguh heran kinerja polri yang biasa mencla-mencle dalam banyak kasus di Indonesia, namun kali ini nampak profesional menangani kasus besar yang diliput masyarakat internasional, sudah rahasia umum bahwa pangkat anggota polri yang bisa berprestasi akan cepat naik dan juga mendapatkan penghargaan kompensasi lain berupa materi lainnya yang sangat menggiurkan serta janji kucuran dana dari negara adidaya dan sekutunya membuat banyak personil Polri yang tergiur dengan iming-iming ini berlomba-lomba untuk menciduk pelakunya. Kasus penyelesaian bom bali yang dianggap berlarut dan butuh waktu lama di mulai dari penangkapan ( persidangan dengan dijatuhi vonis mati) hingga menunggu terjadinya proses eksekusi mati terhadap pelakunya bahkan panjangnya waktu isolasi di nusakambangan sebelum eksekusi yang melebihi kelaziman, dinilai terlalu panjang dan bertele-tele, alasan sedang menjalani prosedur hukum formal bagi kasus ketiga terdakwanya dari pihak aparat dan penegak hukum pun tidak menyurutkan rumor yang berkembang bahwa sebenarnya yang dicemaskan oleh para penegak hokum sebenarnya ialah ketidakpuasan masyarakat dengan dasar proses pembuktian hukum terhadap ketiga pelaku terjadinya ledakan dahsyat bom bali 1 sebagai dalang tunggal dianggap belum tuntas pun bermunculan, yang dipermasahkan bukanlah mengingkari keterlibatan ketiga pelaku dalam aksi teror peledakan bom yang sesuai pengakuan amrozi cs yang konon bahan peledak menggunakan bahan-bahan kimia yang dirakit, padahal dengan melihat efek ledakan dahsyat terhadap gedung Paddi’s caffe dan sari club menurut analisis sejumlah orang yang faham kekuatan efek ledakan seperti munculnya cendawan api, terbentuknya kawah, dan listrik yang tiba-tiba mati dalam peristiwa ledakan bom Legian, konon merupakan efek ledakan sekelas mikro nuklir. meragukan memang jika efek ledak dari bahan kimia rakitan akan sebesar itu, bahkan kita bisa ketahui bahwa efek ledakan berupa serpihan-serpihan mobil pembawa bom bahan kimia yang digunakan pelaku ternyata masih bisa dikenali seperti nomor mesin dan sebagainya, ini menunjukan yah daya ledaknya begitu-gitu aja, namun daya ledak yang terjadi di gedung konon lebih dahsyat, sehingga ada dugaan bahwa ledakan sedahyat itu muncul dari bom lain yang disertakan, bom dahsyat yang dari bahan peledak sekelas RDX / C4 yang baru bisa dibuat oleh Amerika/Israel, Inggris, Prancis, Jerman, dan Rusia.
Menurut petinggi TNI saat itu Ryamizard ryakudu, memang mungkin saja ada orang Indonesia yang ikut ambil bagian dalam kelompok yang melakukan pengeboman itu. “Tapi, saya yakin, ada orang asing yang terlibat,” katanya. Untuk membuktikan kecurigaan ini, TNI sengaja mempertontonkan kemampuan daya ledak TNT, bahan bom standar yang biasa mereka pakai kepada pers. Hasilnya, terbukti ledakan bom berbahan TNT murni saja tak bisa menghasilkan efek ledakan sedahsyat ledakan bom Legian, bahkan ledakan bom selanjutnya seperti pada bom bali 2, kedubes amerika dan hotel marriot pun tak sedahsyat kasus ledakan bom bali 1, sehingga banyak pihak meragukan bila efek ledakan kasus bom bali 1 murni dari hasil rakitan kelompok amrozi cs, bahkan Abu bakar ba’asyir dalam wawancaranya beliau mengatakan sekiranya Amrozi cs mampu membuat bom yang sedahsyat itu seharusnya mereka itu bukan dipenjara namun diangkat menjadi penasihat militer, karena sampai saat ini di tak satu pun tentara maupun polisi di Indonesia yang mampu membuat bom dengan ledakan dahsyat seperti itu, beliau menuding adanya keterlibatan CIA sebagai dalang tersembunyi atas kasus bom bali yang entah sengaja atau tidak diupayakan untuk tidak diungkap oleh penyidik kasus, menurut Abu bakar Baa’syir merekalah (CIA) yang mengimbangi ledakan bom-bom kimia rakitan Amrozi cs dengan bahan peledak C4 yang akhirnya menimbulkan efek ledak luar biasa!
Pernyataan skeptis bahwa ledakan dahsyat bom bali 1 muncul dari para pakar, pengamat dan orang-orang yang faham literatur bom dan peledakan antara lain :
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) alm. Letjen. ZA. Maulani saat itu berkeyakinan bahwa yang meledak di Sari Club adalah bom mikro nuklir. “Hanya mikro nuklir yang memiliki efek ledakan seperti itu, bukan RDX apalagi TNT. Dan mikro nuklir yang ada di dunia ini hanya diproduksi di instalasi nuklir Dimona, milik Israel
Joe Vialls. Mantan pakar demolisi dari kesatuan elit tentara Inggris SAS, yang kemudian desersi dan menetap di Australia sebagai pengamat masalah-masalah intelijen juga meyakini bom yang meledak di Sari Club adalah mikro nuklir, karena ada efek cendawannya. “Efek cendawan merupakan satu-satunya efek yang bisa dibuat oleh bom nuklir. Dan bom yang meledak di Sari Club, Kuta-Bali memang mikronuklir,”ujarVialls. Letjen Maulani menghembuskan nafas beberapa waktu kemudian karena sakit. Dan Joe Vialls juga menemui ajal beberapa tahun kemudian. Kematiannya mencurigakan karena sangat mendadak. Ada indikasi Vialls diracun oleh MOSSAD, sama seperti Litvinenko diracun oleh agen-agen KGB atas perintah Vladimir Putin.
Kesaksian seorang kapten angkatan bersenjata Australi yang tengah berlibur di Kuta dan selamat dari ledakan di Sari Club juga patut mendapat perhatian. Menurutnya, beberapa detik sebelum bom meledakkan Sari Club, aliran listrik padam di sekitarnya, seolah ada gelombang elektomagnetik atau gelombang radiasi yang menyebabkan listrik padam temuan ini memperkuat analisanya tentang mikro nuklir. Menurut ahli bom dan investigator independen dari Australia, seperti pernah dikutip oleh harian Republika, Joe Vialls mengatakan ledakan yang terjadi di Legian, Bali lebih hebat dari sekedar C4. Untuk sekian kalinya jenis bom yang diumumkan oleh penyelidik Polri berubah-ubah. Mulanya disebut C4 kemudian diokoreksi menjadi RDX dan TNT. Sekarang bom rakitan dengan bahan potasium klorat dan amonium sulfat. “Menduga bom Bali sebagai bom rakitan dan potasium klorat merupakan analisa idiot murni. Amat bodoh dan hanya mungkin dilakukan karena ada tekanan dari luar
Profesor Achmad Tabktir, Kepala Laboratorium Proses, Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Surabaya. Menurut Achmad Tabktir, data belanjaan Amrozi dari Toko Tidar Kimia memang bisa digunakan untuk membuat bom dengan efek ledakan lumayan. Tapi, pasti bukan bom Bali. “Kemungkinannya sangat kecil bom Bali terbuat dari bahan-bahan itu. Soalnya, ledakannya pasti tak akan sedahsyat ledakan bom Bali,”
Begitulah seklumit pernyataan para tokoh soal bom bali 1, sedang bagi kalangan awam cukuplah menganalogikan kasus permisalan saja jika ditemukan tersangka pembunuhan yang mengakui perbuatannya telah membunuh seseorang dengan pisau namun ketika ketika kita lihat jasad korban pembunuhannya ternyata banyak lubang bekas tembakan. .bagaimana aneh bukan..?!?, mungkin keanehan seperti inipulalah yang mengusik orang-orang yang faham mekanisme kerja dan efek ledakan bom terhadap hasil temuan penyelidikan pada kasus bom bali 1.
Tudingan sebagian kalangan mengarahkan adanya keterlibatan agen intelijen asing CIA/Mossad dalam kasus bom bali 1. Walaupun pun teori konspirasi itu memang susah-susah gampang dibuktikan, namun masalah kospirasi CIA ternyata memang punya cukup banyak rumor yang mengarahkannya pada praktek konspirasi menghalalkan segala cara, mereka banyak menciptakan manajemen konflik yang di kehendaki seperti black propaganda, pembunuhan berencana, tukang fitnah dan lainnya (soal skandal busuk CIA akan saya paparkan tersendiri berdasakan data-data pers barat yang berhasil meliput atau mendapat bocoran kegiatan operasi intelijennya), dan kadang-kadang sulit diterima akal manusia yang beradab dan sulit diterima jika anda seorang “Amerika maniak” mungkin dan tak menutup kemungkinan, bisa saja CIA lah pembuat skenario sesungguhnya atau terlibat dalam sebagian plot ceritanya.
Jadi kesimpulannya kelompok Amrozi CS sebenarnya memang sudah disusupi sebelumnya oleh pihak-pihak yang menginginkan bahwa Indonesia benar-benar sarang teroris dengan harapan pendiskritan kekuatan Islam dan dukungan Indonsia terhadap perang global terhadap terorisme yang sebelumnya ditanggapi dingin oleh pemerintahan RI saat itu menjadi solid.
CIA dibalik itu mungkinkah?!?, tidak ada yang tidak mungkin bagi kegiatan inteligen CIA/Mossad, sebenarnya kebrutalan ulah intelijen barat tak kalah bejatnya dengan inteligen Rusia KGB, hanya AS jauh lebih pandai dalam menampilkan wajah ramah bersahaja dalam tampilan intelijen mereka sebagaimana yang sering digambarkan dalam film-film Hollywood sebagai sosok pahlawan dan pembawa damai, mereka lebih pandai menciptakan tampilan sosial yang disukai dan juga berhasil menguasai jaringan komunikasi dunia. tampil jauh lebih mempesona dibandingkan dengan wajah angker dan dingin intelijen Rusia terdahulu (KGB), mungkinkah teori konspirasi ini benar??, Upaya menciptakan kesan Indonesia sebagai sarang teroris menurut analisa intelijen barat didalam membuat peta ramalan/prediksi bisa dikatakan menakjubkan!, bahkan ramalannya niscaya lebih tepat dan cepat hasil tebakannya ketimbang peramal ki joko bego atau mama loreng dan lainnya. mereka bisa mengendus akan adanya ancaman teroris yang berasal di Indonesia dengan tepat! hal ini \terjadi bisa saja karena sistem manajemen informasi intelijen mereka yang luar biasa hebatnya atau mungkin juga dibalik kehebatannya itu, sebenarnya mereka juga turut terlibat konspirasi secara halus dalam penysupan kedalam kelompok Islam yang dianggap radikal tersebut dari sejak awal jauh hari sebelum ada momentum pemboman. Skenario ini konon juga pernah di terapkan oleh Ali murtopo CS di Indonesia yang memang sohib dengan inteligen barat ,kurang lebih skenarionya seperti ini pertama bermula dari penysupan, kemudian ikut berperan pula sebagai pengobar semangat pada anak-anak muda yang tinggi ghiroh Islam namun miskin ilmu (Ilmu itu firman Allah, Sabda Rosul dan atsar sahabat diatas manhaj yang haq yakni manhaj salaf), berbekal dengan bersama-sama slogan jihad kemudian menyamarkannya makna jihad itu apa dan sebagainya, kemudian menelusuri jaringan sel-sel islam radikal, setelah dapat tempat yang pas di salah satu sel tersebut, kemudian mendistorsikan informasi soal target, lokasi, kepentingan politik dan mencari momentum yang pas! kemudian tak lupa menyiapkan pula beberapa orang sebagai kambing hitam, menjadikan mereka (pemuda muslim) alat tunggangan, kemudian setelah terjadi kasus atau konflik yang dikehendaki, maka mereka berbalik arah dengan membantu penyelidikan dan menyediakan informasi bagi aparat dalam menangka-nangkapi dengan mudah dan kemudian tentu saja menjadi pahlawan perdamaian pada akhir nya. skenario menghalalkan segala cara tersebut hal biasa dalam modus inteligen ala CIA/mossad dan siapapun yang berguru pada keduanya. Perlu diketahui saat terjadinya ledakan, sebuah kapal perang AS memang tengah melabuh jangkar di pelabuhan Genoa Bali dan anehnya bisa melakukan sweeping sekeliling kapal dalam radius ratusan meter, agar siapa pun tidak mendekat. Ini sesuatu yang aneh bin ajaib terjadi di republik yang berdaulat penuh. Oleh sebab itu waspadalah kaum muslimin Indonesia dari tipu muslihat mereka.
Bagaimana kita seharusnya bersikap terhadap eksekusi Amrozi CS
Sikap seorang muslim wajib berjiwa besar dalam menanggapi pro dan kontra penghukuman Amrozi CS, ada baiknya tidak kita kembalikan kepada fenomena yang sedang berkembang yang dipenuhi oleh unsur emosional sesaat, toleransi kelompok, ataupun kepentingan politilk, namun kembalikanlah kepada hukum positif yang bersesuaian dengan syariat Islam. Menurut hukum positif Islam, balasan dari pembunuhan terhadap seorang muslim dengan sengaja ialah hukuman mati (qishos), bagaimana dengan bom bali adakah orang muslim yang terkena bom hingga mati??, lantas terpikirkah oleh mereka yang akan melakukan pemboman sebelumnya, ingatlah bahwa bali bukan daerah tempur tidak bisa seenaknya berhujah terjadi salah sasaran hingga menyebabkan seorang muslim terbunuh( atau semacam logikanya Imam samudra, semoga Allah mengampuninya, dia berperan seolah sebagai eksekutor Azab yang diutus Allah dan mengatakan jika ada orang muslim yang terbunuh melintas ditempat itu maka dia akan syahid juga, karena seseorang itu tergantung pada niatnya) ingatlah sekali lagi bahwa bali bukan ladang jihad buat bertempur lain halnya di afganistan yang memang sudah menjadi ladang jihad berdasar fatwa ulama (saat tempur melawan soviet) jika ini bukanlah daerah tempur takutlah kita kaum muslimin dengan ancaman rosul bahwa orang yang membunuh seorang muslim mendapat dosa yang besar, karena nyawanya lebih berharga dari dunia dan seisinya, berdasar hadist shahih! lantas bagaimana jika yang terbunuh itu non muslim berdasar hadist nabi yang shahih beliau bersabda” Barangsiapa yang membunuh orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin maka dia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau surga didapati dari 40 tahun perjalanan, berdasarkan hadist Buchori, jadi turis asing non muslim yang masuk ke Indonesia mereka termasuk dalam hadist tersebut diatas yang telah diberi jaminan rasa aman oleh penguasa muslim, maka bagi setiap muslim wajib pula komitmen dengan hal itu, jika dibali mereka para turis berlaku maksiat, itu karena pemerintah kita yang kasih ijin pada mereka berlaku demikian maka kembalikan ke sunnah nabi bagaimana adab yang benar untuk menasehati penguasa yang memimpin dengan kedzoliman tanpa mesti berontak dan anarkis, sikap setiap muslim terhadap pelaku terorisme ialah komitmen tidak boleh mengadakan pembelaan terhadap pelaku kejahatan dan berlaku tidak adil meski para korban yang mati terbunuh dari negeri yang penguasa dan sistemnya kita benci seperti AS dan Australia, karena warga Negara mereka itu masuk Indonesia berada dalam jaminan pemerintah kita(penguasa), maka kita pun mesti menjaminnya. sebagaimana dinukil dari kitab suci Alquran agar janganlah kita berlaku tidak adil karena benci pada suatu kaum, jika memang amrozi cs terbukti bersalah maka mereka mesti dihukum, hokum apapun yang bersesuaian dengan syariat islam mesti didukung meski pun berupa eksekusi mati terhadap mereka ( hal ini bila diantara korban bom bali juga terdapat nyawa seorang muslim yang konsekwensinya bagi pelaku pembunuhnya pun patut pula untuk dihukum mati, sebagaimana ketentuan syariat Islam), berdasar hadist shahih bahwa nyawa seorang muslim lebih berharga dari bumi dan seisinya. Maka berhati-hatilah terhadap darah mereka.
Namun apakah penerapan sangsi hukum itu sudah tepat diterapkan buat ketiga mantan mujahidin afganistan tersebut berdasarkan korelasi konteks kaidah umum dan kasus per kasus, saya belum bisa menjawab karena saya bukan ulama dan itupula merupakan wewenang hakim atau qodhi dalam menentukan keputusan, maka itu semua harus diselesaikan dengan literatur hokum positif syariat islam dalam proses pembuktian, pengumpulan saksi, dan pemberian vonis hukuman. Maka sikap saya terhadap Amrozi cs ialah mendoakan amal jihad mereka di Afganistan, semoga telah dilakukan dengan ikhlas dan diterima oleh Allah amalan jihad mereka disana sebagai pembanding atas kesalahan dan dosa-dosanya serta dengan harapan mereka mendapat balasan sebaik-baiknya dari Allah, Tuhan semesta alam, namun saya mengecam dan mengutuk mereka serta mendukung vonis apapun yang dikenakan kepada mereka termasuk vonis mati terhadap ketiganya (selama proses pembuktian hingga vonis bersesuaian dengan syariat islam) atas nyawa korban tak berdosa yang menjadi korban kejahilan manhaj agama mereka dalam hal jihad, karena mereka tak bisa membedakan dengan benar mana wilayah tempur dan mana wilayah bukan tempur dalam deklarasi perang global mereka terhadap AS. Padahal dalam Islam untuk menyatakan daerah tersebut siap diserang atau menjadi ladang jihad atau tidak, itu ada prosesnya! dan ketentuannya antara lain mesti adanya deklarasi perang terlebih dahulu, perang bukan alternative utama namun sebagai jalan paling akhir setelah metode dakwah atau amar maruf nahi munkar tak di gubris, perang dalam Islam tetap menghormati hak sipil antara lain tidak membunuh anak2 dan wanita atau orang yang tidak ikut perang, kecuali jika mereka juga terlibat langsung dalam pertempuran, menjamin keamanan para utusan musuh yang terlibat perundingan dan diplomatik seperti duta-duta besar mereka saat ini. Jihad juga berlaku atas perintah sultan atau penguasa negeri, tidak boleh pakai pimpinan bayangan (organisasi tanpa bentuk) semacam Al qaeda, Jemaah Islamiyah dsbnya, hal ini menjadi kesalahan fatal manhaj agaman amrozi cs dan menjadi rentan disusupi intelijen asing, kefatalan mereka dalam salah menetapkan daerah tempur sebanarnya merupakan kelanjutan dari kefatalanl mereka dalam berfaham pengkafiran terhadap penguasa negeri-negeri muslim secara membabi buta, serta perendahan mereka terhadap manhaj ulama ahlusunnah ( syech Albani, Utsaimin, Bin baaz dll) yang dianggap sebagai ulama pemerintah atau penguasa. Oleh sebab itu dari kasus ini semua hendaknya kita mengambil ibroh/pelajaran bahwa berbahayanya beragama tanpa ilmu yang benar yang sesuai dengan manhajnya para sahabat nabi dan juga kembalikanlah kepada sunnah nabi cara yang tepat dalam menangkal makarnya orang-orang kafir yang memiliki kedengkian terhadap Islam dan tidak tergesa-gesa menggunakan cara lewat rayu atau akal sendiri serta merasa lebih pandai dari rosul sehingga niat baik untuk berjihad bukanlah menarik simpati manusia terhadap Islam namun malah membuatnya menjauh dan memecah belah umat Islam, akhirnya muncul generasi umat Islam yang benci dan phobia pada jihad. Padahal yang dilakukan para pelaku bom tersebut bukan jihad karena tidak berpijak diatas Ilmu dan manhaj yang haq, namun benar-benar terorisme. Semoga limpahan rahmat Allah tercurah untuk Indonesia negeri muslim terbesar dunia.ini, amin.
Data dari berbagai sumber
Ciputat 13 November 2008
Irwin Ananta
(Abu Faris)
-
Arsip
- Desember 2011 (3)
- Juli 2011 (1)
- Desember 2010 (1)
- Oktober 2010 (1)
- Agustus 2010 (1)
- Juli 2010 (3)
- April 2010 (2)
- Januari 2010 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (1)
- Februari 2009 (4)
- November 2008 (2)
-
Kategori
- "DIALOG RINGAN (TAPI ISINYA BERAT…!)
- 5584
- Apakah kita bisa mengubah takdir…?
- CIA dan Konspirasi BomBali..!?
- Dialog cinta akhwat HTI, Sekedar parody pemikiran..!
- Eksekusi Amrozi CS dalam timbangan..!?
- ESQ 165 dalam timbangan syaria't
- Fatwa MUI soal Golput
- Jual Beli Dan Hukum-Hukumnya
- Kenangan yang hidup dalam benak dan hati seseorang…!
- Kumpulan Kata-kata Penuh Makna
- Label syari pada perguruan beladiri
- Larangan Menyingkat Salam
- Memahami Larangan berhizbi / berfirqoh
- Membuat Program E learning Interaktif Dengan Aplikasi Javascript
- Omong Kosong Iran Soal Jihad Palestin Dan Fatwa Ulama
- Refrensi Jurnal Umum Bagi Pembelajar Akuntansi Pemula
- Salah Persepsi Soal Bid’ah
- Tiga macam tipikel lelaki berdasarkan ungkapan kata-kata nya…
- Tips mngatasi stress karena macet di jalan jika Anda sudah meyakini bakal telat masuk kerja (kantor) :
- Umat Butuh Ketegasan Pemerintah Soal Ahmadiyah
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Assalamualaikum! Anda sedang mengunjungi bagian dari web Program E learning saya” media kuliah online bersama Irwin Ananta “, blogger ini memuat artikel-artikel menarik ilmiyah bermuatan pandangan hidup, manhaj beragama, sikap politik serta wacana yang saya publikasikan lainnya. halaman web ini merupakan bagian dari situs www.iav.cjb.net diperuntukan untuk mensuport proses perkuliahan bagi mahasiswa!. Bagi rekan-rekan dosen, cendekiawan, mahasiswa dan masyarakat yang ingin menyumbang atau mengomentari tulisan-tulisan saya di web ini silahkan…!,saya masih menunggu..!