MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET

MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET BERSAMA IRWIN ANANTA

Apakah kita bisa mengubah takdir…?

Tulisan ini sebenarnya dari sebuah pesan balasan atas suatu pertanyaan seorang rekan via FB mengenai soal apakah takdir bisa berubah?, Sebagai penuntut ilmu tak saya pungkiri sekiranya ada ketidaksengajaan atau kesalahan dari artikel ini maka dengan ini saya mohon dari antum semua yang mempunyai kelebihan ilmu untuk mengkoreksinya..!

Apa bisa kita merubah takdir, sedangkan Alloh sudah
menggariskan takdir untuk masing-masing orang bahkan org yang satu dan yg lain beda, sdh ada garis hidupnya kan.., lantas bagaimana?
sepengetahuan saya bahwa masalah takdir itu ialah masalah keimanan maka acuannya ialah hujjah dalil Alqur’an dan sunnah, serta hindari berdalam-dalam dlm memecahkannya dgn pikiran, akal digunakan hanya mengikuti dan memahami apa-apa yang diberitakan oleh dalil Alquran dan sunnah dan kita pun mengimaninya, jadi untuk masalah takdir kita cukup berhenti pada apa yang dikupas oleh dalil dan tidak mencari-cari keterangan lain(misal dgn filsafat) diluar keterangan nash Alquran dan sunnah tersebut

Dalil Takdir segala sesuatu sudah ditetapkan oleh Allah

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi? Bahwasanya yang demikaan itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Al-Hajj: 70).

Dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu’anhuma berkata,
”Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah telah menulis ketentuan seluruh makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi selang waktu lima puluh ribu tahun.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang
pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman
kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai
Rabbku, apa yang akan aku tulis?” Allah berfirman, “Tulislah takdir
segala sesuatu yang terjadi hingga hari kiamat.” (HR. Abu Daud.
Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi
Daud).

Dalil di atas menunjukan bahwa takdir segala sesuatu sudah ditetapkan Allah sebelum terjadinya segala sesuatu

Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menetapkan takdir dan menciptakan pula sebabnya. Allah maha tahu apa yang akan terjadi nanti dan Ia tidak mungkin lupa atau kecolongan sehingga mengubah keputusan-Nya yang telah lalu. Tapi itu semua berada dalam dimensi ilahiyyah yang tak mungkin bisa diselami akal manusia yang serba terbatas ini

takdir sudah ditetapkan dan tidak akan berubah dalam dimensi Allah ( ketetapan takdir berdasar ilmu ajali Nya, tidak satupun makhluk yang tahu termasuk para malaikat-malaikatnya yang terdekat sekalipun).

Ia hanya akan berubah dalam dimensi manusia. Manusia tidak boleh tahu apa yang sudah diputuskan Allah, tapi hanya harus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik,
diantara dalil yang menunjukan isyarat bahwa ada ketentuan takdir yang dapat berubah ialah pengetahuan takdir yang terjadi pada pengetahuan malaikat, pengetahuan takdir yang berada dalam pengetahuan para malaikat inilah yang terkadang atas izin Alloh dicuri oleh sebagian kaum jin dari dinding-dinding langit dan dibisikan kepada wali-walinya yakni para dukun dan paranormal melaui ramalan-ramalan, adakalanya tepat namun tak sedikit yang meleset ( hal ini terjadi pertama memang tabiat jin yang suka berdusta dimana satu kebenaran di bumbui byk dusta, hal kedua ialah memang ketentuan takdir dalam pengetahuan malaikat itupun masih mungkin berubah dengan suatu sebab yang secara hakekat memang sudah Alloh takdirkan berdasar ilmu ajali Nya)

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kejadian seorang itu dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari kedua, terbentuklah segumpal darah beku. Manakalah genap empat puluh hari ketiga, berbahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah Ta’ala mengutus seorang malaikat untuk meniupkan roh serta memerintahkannya supaya menulis empat perkara, yaitu ditentukan rizki, waktu kematian, amal serta nasibnya, baik mendapat kecelakaan atau kebahagiaan.” (Lihat Fathul Bari, juz XI, hal. 416 dan Shahih Muslim dengan Syarah an-Nawawiy, juz XVI, hal. 195).

Isyarat takdir dapat berubah dengan takdir Alloh yang lain yang pada hakekatnya ialah baik takdir awal maupun perubahannya pun memang itulah yang sebenarnya telah ditetapkan dalam ilmu ajalinya Alloh

Alloh akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut berusaha untuk mengubahnya dengan ikhtiar/usaha

firman Allah SWT: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka berusaha untuk mengubah keadaan mereka sendiri. (Ar-Ra’du: 11)

diantara bentuk ikhtiar ialah doa, dan dengan doa takdir bisa berubah, dengan berbuat kebajikan umur bisa bertambah panjang
Dari Salman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tak ada yang dapat menolak takdir selain doa, dan tak ada yang dapat memperpanjang umur selain kebajikan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2139. Al-Albani menganggapnya hasan lighairih dalam Shahih At-Targhib, no. 1639).

Isyarat motivasi dari nabi untuk berikhtiar melakukan sesuatu yang manfaat dengan tujuan tentu akan terjadi perubahan nasib menjadi lebih baik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Dan minta tolonglah pada Allah dan janganlah malas. Apabila kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata: ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah: ‘Qodarollahu wa maa sya’a fa’al’ (Ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya) karena ucapan’seandainya’ akan membuka (pintu) setan.” (HR. Muslim)

Manusia hanya diperintahkan untuk melakukan sebab. Bila ingin mendapatkan rezki harus bekerja, tidak mungkin bisa kaya dengan bermalas-malasan, ingin sembuh dari takdir sakit maka ia berobat untuk mendapatkan takdir sehat selain ikhtiar-ikhtiar yang yang bersifat dhohir Demikian pula ikhtiar yang bersifat spiritualitas dan batin dengan media doa, ia merupakan sebab yang diciptakan Allah untuk memperoleh keuntungan dan menolak kerugian, sama dengan hal tersebut diatas seperti kita bekerja yang diciptakan sebagai sebab untuk mendapat kekayaan.

Dan, Allah telah menunjukkan jalan terbaik untuk selamat dari keburukan yang kemungkinan besar akan terjadi, yaitu dengan doa maupun ikhtiar. Itulah takdir dalam dimensi manusia, sesuatu yang sudah dipastikan akan terjadi yang secara logika tak mungkin tertolak, misalkan ada orang yang sakit dan menurut dokter tinggal menunggu waktu saja ajalnya dan tidak mungkin disembuhkan lagi penyakitnya. Tapi, dengan doa dan ikhtiar yang tak putus siapa tahu terjadi keajaiban dan yang bersangkutan ternyata sembuh. Inilah maksud doa yang juga merupakan ikhtiar manusia mampu menolak atau merubah takdir.

Walahu ‘alam.

31 Agustus, 2009 Posted by | Apakah kita bisa mengubah takdir...?, Membuat Program E learning Interaktif Dengan Aplikasi Javascript | 9 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.