MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET

MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET BERSAMA IRWIN ANANTA

Eksekusi Amrozi CS dalam timbangan..!?

Ledakan dahyat bom bali 1 memang berhasil menghentakan dunia! bagaimana tidak, selepas berbagai tuduhan dari Amerika dan sekutunya seperti Australia dan Singapura terhadap Indonesia sebagai sarang teroris yang sempat ditanggapi dingin oleh pemerintah Indonesia akhirnya membuahkan tamparan telak bagi pemerintah RI, tak berapa lama bersrelang dari tudingan buruk Negara-negara sekutu AS tersebut bahwa Indonesia adalah sarang teroris akhirnya seolah-olah terwujud, bermula diawali dengan bom malam natal tahun 2000 dan mengalami puncaknya dengan ledakan dahsyat bom bali 1 tahun 2002 yang sangat banyak memakan korban jiwa terutama warga Negara asing barat terutama Australia tepatnya 12 Oktober 2002, dua buah bom meledak di Bali. Bom pertama meledak di Paddys Café, termasuk berdaya ledak rendah (low explosive), dan disusul kemudian dengan ledakan bom berkekuatan sangat tinggi (high explosive) di Sari Club, Kuta . Hal spektakuler terjadi tak lama setelah itu , entah karena tekanan Negara barat, Polri begitu focus menyelesaikan kasus ini dan akhirnya pihak kepolisian berhasil menciduk satu-demi satu kelompok amrozi cs, suatu prestasi yang gemilang bagi polri yang dalam waktu singkat berhasil menemukan para pelaku bom bali tersebut hanya dengan berbekal permulaan dasar penyidikan serpihan-serpihan kecil sisa bom mobil yang kemudian mampu menelusuri pelakunya , sungguh heran kinerja polri yang biasa mencla-mencle dalam banyak kasus di Indonesia, namun kali ini nampak profesional menangani kasus besar yang diliput masyarakat internasional, sudah rahasia umum bahwa pangkat anggota polri yang bisa berprestasi akan cepat naik dan juga mendapatkan penghargaan kompensasi lain berupa materi lainnya yang sangat menggiurkan serta janji kucuran dana dari negara adidaya dan sekutunya membuat banyak personil Polri yang tergiur dengan iming-iming ini berlomba-lomba untuk menciduk pelakunya. Kasus penyelesaian bom bali yang dianggap berlarut dan butuh waktu lama di mulai dari penangkapan ( persidangan dengan dijatuhi vonis mati) hingga menunggu terjadinya proses eksekusi mati terhadap pelakunya bahkan panjangnya waktu isolasi di nusakambangan sebelum eksekusi yang melebihi kelaziman, dinilai terlalu panjang dan bertele-tele, alasan sedang menjalani prosedur hukum formal bagi kasus ketiga terdakwanya dari pihak aparat dan penegak hukum pun tidak menyurutkan rumor yang berkembang bahwa sebenarnya yang dicemaskan oleh para penegak hokum sebenarnya ialah ketidakpuasan masyarakat dengan dasar proses pembuktian hukum terhadap ketiga pelaku terjadinya ledakan dahsyat bom bali 1 sebagai dalang tunggal dianggap belum tuntas pun bermunculan, yang dipermasahkan bukanlah mengingkari keterlibatan ketiga pelaku dalam aksi teror peledakan bom yang sesuai pengakuan amrozi cs yang konon bahan peledak menggunakan bahan-bahan kimia yang dirakit, padahal dengan melihat efek ledakan dahsyat terhadap gedung Paddi’s caffe dan sari club menurut analisis sejumlah orang yang faham kekuatan efek ledakan seperti munculnya cendawan api, terbentuknya kawah, dan listrik yang tiba-tiba mati dalam peristiwa ledakan bom Legian, konon merupakan efek ledakan sekelas mikro nuklir. meragukan memang jika efek ledak dari bahan kimia rakitan akan sebesar itu, bahkan kita bisa ketahui bahwa efek ledakan berupa serpihan-serpihan mobil pembawa bom bahan kimia yang digunakan pelaku ternyata masih bisa dikenali seperti nomor mesin dan sebagainya, ini menunjukan yah daya ledaknya begitu-gitu aja, namun daya ledak yang terjadi di gedung konon lebih dahsyat, sehingga ada dugaan bahwa ledakan sedahyat itu muncul dari bom lain yang disertakan, bom dahsyat yang dari bahan peledak sekelas RDX / C4 yang baru bisa dibuat oleh Amerika/Israel, Inggris, Prancis, Jerman, dan Rusia.

Menurut petinggi TNI saat itu Ryamizard ryakudu, memang mungkin saja ada orang Indonesia yang ikut ambil bagian dalam kelompok yang melakukan pengeboman itu. “Tapi, saya yakin, ada orang asing yang terlibat,” katanya. Untuk membuktikan kecurigaan ini, TNI sengaja mempertontonkan kemampuan daya ledak TNT, bahan bom standar yang biasa mereka pakai kepada pers. Hasilnya, terbukti ledakan bom berbahan TNT murni saja tak bisa menghasilkan efek ledakan sedahsyat ledakan bom Legian, bahkan ledakan bom selanjutnya seperti pada bom bali 2, kedubes amerika dan hotel marriot pun tak sedahsyat kasus ledakan bom bali 1, sehingga banyak pihak meragukan bila efek ledakan kasus bom bali 1 murni dari hasil rakitan kelompok amrozi cs, bahkan Abu bakar ba’asyir dalam wawancaranya beliau mengatakan sekiranya Amrozi cs mampu membuat bom yang sedahsyat itu seharusnya mereka itu bukan dipenjara namun diangkat menjadi penasihat militer, karena sampai saat ini di tak satu pun tentara maupun polisi di Indonesia yang mampu membuat bom dengan ledakan dahsyat seperti itu, beliau menuding adanya keterlibatan CIA sebagai dalang tersembunyi atas kasus bom bali yang entah sengaja atau tidak diupayakan untuk tidak diungkap oleh penyidik kasus, menurut Abu bakar Baa’syir merekalah (CIA) yang mengimbangi ledakan bom-bom kimia rakitan Amrozi cs dengan bahan peledak C4 yang akhirnya menimbulkan efek ledak luar biasa!

Pernyataan skeptis bahwa ledakan dahsyat bom bali 1 muncul dari para pakar, pengamat dan orang-orang yang faham literatur bom dan peledakan antara lain :

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) alm. Letjen. ZA. Maulani saat itu berkeyakinan bahwa yang meledak di Sari Club adalah bom mikro nuklir. “Hanya mikro nuklir yang memiliki efek ledakan seperti itu, bukan RDX apalagi TNT. Dan mikro nuklir yang ada di dunia ini hanya diproduksi di instalasi nuklir Dimona, milik Israel

Joe Vialls. Mantan pakar demolisi dari kesatuan elit tentara Inggris SAS, yang kemudian desersi dan menetap di Australia sebagai pengamat masalah-masalah intelijen juga meyakini bom yang meledak di Sari Club adalah mikro nuklir, karena ada efek cendawannya. “Efek cendawan merupakan satu-satunya efek yang bisa dibuat oleh bom nuklir. Dan bom yang meledak di Sari Club, Kuta-Bali memang mikronuklir,”ujarVialls. Letjen Maulani menghembuskan nafas beberapa waktu kemudian karena sakit. Dan Joe Vialls juga menemui ajal beberapa tahun kemudian. Kematiannya mencurigakan karena sangat mendadak. Ada indikasi Vialls diracun oleh MOSSAD, sama seperti Litvinenko diracun oleh agen-agen KGB atas perintah Vladimir Putin.
Kesaksian seorang kapten angkatan bersenjata Australi yang tengah berlibur di Kuta dan selamat dari ledakan di Sari Club juga patut mendapat perhatian. Menurutnya, beberapa detik sebelum bom meledakkan Sari Club, aliran listrik padam di sekitarnya, seolah ada gelombang elektomagnetik atau gelombang radiasi yang menyebabkan listrik padam temuan ini memperkuat analisanya tentang mikro nuklir.
Menurut ahli bom dan investigator independen dari Australia, seperti pernah dikutip oleh harian Republika, Joe Vialls mengatakan ledakan yang terjadi di Legian, Bali lebih hebat dari sekedar C4. Untuk sekian kalinya jenis bom yang diumumkan oleh penyelidik Polri berubah-ubah. Mulanya disebut C4 kemudian diokoreksi menjadi RDX dan TNT. Sekarang bom rakitan dengan bahan potasium klorat dan amonium sulfat. “Menduga bom Bali sebagai bom rakitan dan potasium klorat merupakan analisa idiot murni. Amat bodoh dan hanya mungkin dilakukan karena ada tekanan dari luar

Profesor Achmad Tabktir, Kepala Laboratorium Proses, Jurusan Teknik Kimia, Institut Teknologi Surabaya. Menurut Achmad Tabktir, data belanjaan Amrozi dari Toko Tidar Kimia memang bisa digunakan untuk membuat bom dengan efek ledakan lumayan. Tapi, pasti bukan bom Bali. “Kemungkinannya sangat kecil bom Bali terbuat dari bahan-bahan itu. Soalnya, ledakannya pasti tak akan sedahsyat ledakan bom Bali,”

Begitulah seklumit pernyataan para tokoh soal bom bali 1, sedang bagi kalangan awam cukuplah menganalogikan kasus permisalan saja jika ditemukan tersangka pembunuhan yang mengakui perbuatannya telah membunuh seseorang dengan pisau namun ketika ketika kita lihat jasad korban pembunuhannya ternyata banyak lubang bekas tembakan. .bagaimana aneh bukan..?!?, mungkin keanehan seperti inipulalah yang mengusik orang-orang yang faham mekanisme kerja dan efek ledakan bom terhadap hasil temuan penyelidikan pada kasus bom bali 1.

Tudingan sebagian kalangan mengarahkan adanya keterlibatan agen intelijen asing CIA/Mossad dalam kasus bom bali 1. Walaupun pun teori konspirasi itu memang susah-susah gampang dibuktikan, namun masalah kospirasi CIA ternyata memang punya cukup banyak rumor yang mengarahkannya pada praktek konspirasi menghalalkan segala cara, mereka banyak menciptakan manajemen konflik yang di kehendaki seperti black propaganda, pembunuhan berencana, tukang fitnah dan lainnya (soal skandal busuk CIA akan saya paparkan tersendiri berdasakan data-data pers barat yang berhasil meliput atau mendapat bocoran kegiatan operasi intelijennya), dan kadang-kadang sulit diterima akal manusia yang beradab dan sulit diterima jika anda seorang “Amerika maniak” mungkin dan tak menutup kemungkinan, bisa saja CIA lah pembuat skenario sesungguhnya atau terlibat dalam sebagian plot ceritanya.

Jadi kesimpulannya kelompok Amrozi CS sebenarnya memang sudah disusupi sebelumnya oleh pihak-pihak yang menginginkan bahwa Indonesia benar-benar sarang teroris dengan harapan pendiskritan kekuatan Islam dan dukungan Indonsia terhadap perang global terhadap terorisme yang sebelumnya ditanggapi dingin oleh pemerintahan RI saat itu menjadi solid.

CIA dibalik itu mungkinkah?!?, tidak ada yang tidak mungkin bagi kegiatan inteligen CIA/Mossad, sebenarnya kebrutalan ulah intelijen barat tak kalah bejatnya dengan inteligen Rusia KGB, hanya AS jauh lebih pandai dalam menampilkan wajah ramah bersahaja dalam tampilan intelijen mereka sebagaimana yang sering digambarkan dalam film-film Hollywood sebagai sosok pahlawan dan pembawa damai, mereka lebih pandai menciptakan tampilan sosial yang disukai dan juga berhasil menguasai jaringan komunikasi dunia. tampil jauh lebih mempesona dibandingkan dengan wajah angker dan dingin intelijen Rusia terdahulu (KGB), mungkinkah teori konspirasi ini benar??, Upaya menciptakan kesan Indonesia sebagai sarang teroris menurut analisa intelijen barat didalam membuat peta ramalan/prediksi bisa dikatakan menakjubkan!, bahkan ramalannya niscaya lebih tepat dan cepat hasil tebakannya ketimbang peramal ki joko bego atau mama loreng dan lainnya. mereka bisa mengendus akan adanya ancaman teroris yang berasal di Indonesia dengan tepat! hal ini \terjadi bisa saja karena sistem manajemen informasi intelijen mereka yang luar biasa hebatnya atau mungkin juga dibalik kehebatannya itu, sebenarnya mereka juga turut terlibat konspirasi secara halus dalam penysupan kedalam kelompok Islam yang dianggap radikal tersebut dari sejak awal jauh hari sebelum ada momentum pemboman. Skenario ini konon juga pernah di terapkan oleh Ali murtopo CS di Indonesia yang memang sohib dengan inteligen barat ,kurang lebih skenarionya seperti ini pertama bermula dari penysupan, kemudian ikut berperan pula sebagai pengobar semangat pada anak-anak muda yang tinggi ghiroh Islam namun miskin ilmu (Ilmu itu firman Allah, Sabda Rosul dan atsar sahabat diatas manhaj yang haq yakni manhaj salaf), berbekal dengan bersama-sama slogan jihad kemudian menyamarkannya makna jihad itu apa dan sebagainya, kemudian menelusuri jaringan sel-sel islam radikal, setelah dapat tempat yang pas di salah satu sel tersebut, kemudian mendistorsikan informasi soal target, lokasi, kepentingan politik dan mencari momentum yang pas! kemudian tak lupa menyiapkan pula beberapa orang sebagai kambing hitam, menjadikan mereka (pemuda muslim) alat tunggangan, kemudian setelah terjadi kasus atau konflik yang dikehendaki, maka mereka berbalik arah dengan membantu penyelidikan dan menyediakan informasi bagi aparat dalam menangka-nangkapi dengan mudah dan kemudian tentu saja menjadi pahlawan perdamaian pada akhir nya. skenario menghalalkan segala cara tersebut hal biasa dalam modus inteligen ala CIA/mossad dan siapapun yang berguru pada keduanya. Perlu diketahui saat terjadinya ledakan, sebuah kapal perang AS memang tengah melabuh jangkar di pelabuhan Genoa Bali dan anehnya bisa melakukan sweeping sekeliling kapal dalam radius ratusan meter, agar siapa pun tidak mendekat. Ini sesuatu yang aneh bin ajaib terjadi di republik yang berdaulat penuh. Oleh sebab itu waspadalah kaum muslimin Indonesia dari tipu muslihat mereka.

Bagaimana kita seharusnya bersikap terhadap eksekusi Amrozi CS

Sikap seorang muslim wajib berjiwa besar dalam menanggapi pro dan kontra penghukuman Amrozi CS, ada baiknya tidak kita kembalikan kepada fenomena yang sedang berkembang yang dipenuhi oleh unsur emosional sesaat, toleransi kelompok, ataupun kepentingan politilk, namun kembalikanlah kepada hukum positif yang bersesuaian dengan syariat Islam. Menurut hukum positif Islam, balasan dari pembunuhan terhadap seorang muslim dengan sengaja ialah hukuman mati (qishos), bagaimana dengan bom bali adakah orang muslim yang terkena bom hingga mati??, lantas terpikirkah oleh mereka yang akan melakukan pemboman sebelumnya, ingatlah bahwa bali bukan daerah tempur tidak bisa seenaknya berhujah terjadi salah sasaran hingga menyebabkan seorang muslim terbunuh( atau semacam logikanya Imam samudra, semoga Allah mengampuninya, dia berperan seolah sebagai eksekutor Azab yang diutus Allah dan mengatakan jika ada orang muslim yang terbunuh melintas ditempat itu maka dia akan syahid juga, karena seseorang itu tergantung pada niatnya) ingatlah sekali lagi bahwa bali bukan ladang jihad buat bertempur lain halnya di afganistan yang memang sudah menjadi ladang jihad berdasar fatwa ulama (saat tempur melawan soviet) jika ini bukanlah daerah tempur takutlah kita kaum muslimin dengan ancaman rosul bahwa orang yang membunuh seorang muslim mendapat dosa yang besar, karena nyawanya lebih berharga dari dunia dan seisinya, berdasar hadist shahih! lantas bagaimana jika yang terbunuh itu non muslim berdasar hadist nabi yang shahih beliau bersabda” Barangsiapa yang membunuh orang kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin maka dia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau surga didapati dari 40 tahun perjalanan, berdasarkan hadist Buchori, jadi turis asing non muslim yang masuk ke Indonesia mereka termasuk dalam hadist tersebut diatas yang telah diberi jaminan rasa aman oleh penguasa muslim, maka bagi setiap muslim wajib pula komitmen dengan hal itu, jika dibali mereka para turis berlaku maksiat, itu karena pemerintah kita yang kasih ijin pada mereka berlaku demikian maka kembalikan ke sunnah nabi bagaimana adab yang benar untuk menasehati penguasa yang memimpin dengan kedzoliman tanpa mesti berontak dan anarkis, sikap setiap muslim terhadap pelaku terorisme ialah komitmen tidak boleh mengadakan pembelaan terhadap pelaku kejahatan dan berlaku tidak adil meski para korban yang mati terbunuh dari negeri yang penguasa dan sistemnya kita benci seperti AS dan Australia, karena warga Negara mereka itu masuk Indonesia berada dalam jaminan pemerintah kita(penguasa), maka kita pun mesti menjaminnya. sebagaimana dinukil dari kitab suci Alquran agar janganlah kita berlaku tidak adil karena benci pada suatu kaum, jika memang amrozi cs terbukti bersalah maka mereka mesti dihukum, hokum apapun yang bersesuaian dengan syariat islam mesti didukung meski pun berupa eksekusi mati terhadap mereka ( hal ini bila diantara korban bom bali juga terdapat nyawa seorang muslim yang konsekwensinya bagi pelaku pembunuhnya pun patut pula untuk dihukum mati, sebagaimana ketentuan syariat Islam), berdasar hadist shahih bahwa nyawa seorang muslim lebih berharga dari bumi dan seisinya. Maka berhati-hatilah terhadap darah mereka.

Namun apakah penerapan sangsi hukum itu sudah tepat diterapkan buat ketiga mantan mujahidin afganistan tersebut berdasarkan korelasi konteks kaidah umum dan kasus per kasus, saya belum bisa menjawab karena saya bukan ulama dan itupula merupakan wewenang hakim atau qodhi dalam menentukan keputusan, maka itu semua harus diselesaikan dengan literatur hokum positif syariat islam dalam proses pembuktian, pengumpulan saksi, dan pemberian vonis hukuman. Maka sikap saya terhadap Amrozi cs ialah mendoakan amal jihad mereka di Afganistan, semoga telah dilakukan dengan ikhlas dan diterima oleh Allah amalan jihad mereka disana sebagai pembanding atas kesalahan dan dosa-dosanya serta dengan harapan mereka mendapat balasan sebaik-baiknya dari Allah, Tuhan semesta alam, namun saya mengecam dan mengutuk mereka serta mendukung vonis apapun yang dikenakan kepada mereka termasuk vonis mati terhadap ketiganya (selama proses pembuktian hingga vonis bersesuaian dengan syariat islam) atas nyawa korban tak berdosa yang menjadi korban kejahilan manhaj agama mereka dalam hal jihad, karena mereka tak bisa membedakan dengan benar mana wilayah tempur dan mana wilayah bukan tempur dalam deklarasi perang global mereka terhadap AS. Padahal dalam Islam untuk menyatakan daerah tersebut siap diserang atau menjadi ladang jihad atau tidak, itu ada prosesnya! dan ketentuannya antara lain mesti adanya deklarasi perang terlebih dahulu, perang bukan alternative utama namun sebagai jalan paling akhir setelah metode dakwah atau amar maruf nahi munkar tak di gubris, perang dalam Islam tetap menghormati hak sipil antara lain tidak membunuh anak2 dan wanita atau orang yang tidak ikut perang, kecuali jika mereka juga terlibat langsung dalam pertempuran, menjamin keamanan para utusan musuh yang terlibat perundingan dan diplomatik seperti duta-duta besar mereka saat ini. Jihad juga berlaku atas perintah sultan atau penguasa negeri, tidak boleh pakai pimpinan bayangan (organisasi tanpa bentuk) semacam Al qaeda, Jemaah Islamiyah dsbnya, hal ini menjadi kesalahan fatal manhaj agaman amrozi cs dan menjadi rentan disusupi intelijen asing, kefatalan mereka dalam salah menetapkan daerah tempur sebanarnya merupakan kelanjutan dari kefatalanl mereka dalam berfaham pengkafiran terhadap penguasa negeri-negeri muslim secara membabi buta, serta perendahan mereka terhadap manhaj ulama ahlusunnah ( syech Albani, Utsaimin, Bin baaz dll) yang dianggap sebagai ulama pemerintah atau penguasa. Oleh sebab itu dari kasus ini semua hendaknya kita mengambil ibroh/pelajaran bahwa berbahayanya beragama tanpa ilmu yang benar yang sesuai dengan manhajnya para sahabat nabi dan juga kembalikanlah kepada sunnah nabi cara yang tepat dalam menangkal makarnya orang-orang kafir yang memiliki kedengkian terhadap Islam dan tidak tergesa-gesa menggunakan cara lewat rayu atau akal sendiri serta merasa lebih pandai dari rosul sehingga niat baik untuk berjihad bukanlah menarik simpati manusia terhadap Islam namun malah membuatnya menjauh dan memecah belah umat Islam, akhirnya muncul generasi umat Islam yang benci dan phobia pada jihad. Padahal yang dilakukan para pelaku bom tersebut bukan jihad karena tidak berpijak diatas Ilmu dan manhaj yang haq, namun benar-benar terorisme. Semoga limpahan rahmat Allah tercurah untuk Indonesia negeri muslim terbesar dunia.ini, amin.

Data dari berbagai sumber


Ciputat 13 November 2008

Irwin Ananta
(Abu Faris)

Iklan

13 November, 2008 - Posted by | Eksekusi Amrozi CS dalam timbangan..!? | ,

1 Komentar »

  1. Klo memang masih ada ganjalan yg musti diselesaikan mengenai kasus Amrozi.Menurut hemat saya, sebaiknya dulu pihak berwajib hendaknya menahan diri untuk tidak menghukum Amrozi cs dengan hukuman mati. Hal ini tidaklah efisien dan efektif.Pola pikir Amrozi Cs,pasti(mungkin sy jg hehe)ketika berjihad pasti surga balasannya….. Nah lhoh, dan yg lainnya pasti urusan Amrozi Cs dengan yg diatas. klo dah gitu maka, ada tidaknya turut campur CIA,para petinggi dan pejabat Indonesiaku yang terlibat dalam kasus ini tidak dapat diketaui…..coba klo Amrozi cs dikorek2 dulu…dihukum sesuai dengan hukum yg berlaku disini…min hukum seumur hidup n diajak berdialog ttg banyak hal. Dan Pemerintah jg jangan tertertertertekan dgn pihak misal A.S….

    Komentar oleh herni | 16 Februari, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: