MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET

MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET BERSAMA IRWIN ANANTA

Memahami Larangan berhizbi / berfirqoh

Sekedar meluruskan pemahaman menyoal maksud jamaah, hizbi dan firqoh yang dilarang oleh syariat dan mengembalikan cara memahaminya agar sesuai dengan yang dikehendaki maksud dari konteks larangan berfirqoh/ hizbi dari hadist nabi sholallahalaihiwasalam, ketika kita bicara masalah syariat maka sepatutnya kita tak membawa bahasan istilah tersebut dalam kontek sosiologi atau disiplin ilmu manajemen / organisasi saja yang mana dalam memahami maksud istilah-istilah tersebut diatas lebih sebatas diartikan kumpulan-kumpulan umat, golongan-golongan atau kelompok-kelompok (pecahan/sempalan) yang bisa sinergis atau kontra produktif dgn mengikuti konteks dhohir bahasanya semata, namun kita mulailah dari dalil hadist nabi sholallahalaihiwasalam, dimana dari hadist ini akan terjawab syubhat dan memberikan solusi bagi kaum muslimin yang lebih mengutamakan hujjah dalil shahih diatas akal pemikirannya sendiri dan kemudian taslim atas apa-apa yang rosululloh telah putuskan.

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiallohu ta’ala ‘anhu berkata:
Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku.

Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah.

Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya.

Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah/kelompok2 itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”.

(Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)

Dari hadist tersebut diatas sangatlah jelas bahwa rosululloh memerintahkan kita untuk menjauhi semua firqoh/kelompok2 baru yang ada. Karena sejak zaman rosululloh sebenarnya umat Islam itu sudah satu firqoh/hizb (dalam konteks lingkaran besar umat Islam), maka yang dilarang ialah membuat hizb2 atau firqoh2 baru (dalam kontek lingkaran kecil umat Islam yang mempunyai ciri khas tuk membedakan dari umat islam yang lain), dan bukan dalam konteks ini perbedaan dari unsur tabiat alamiahnya semisal budaya maupun cita rasa makanannya dari berbagai suku bangsa dan etnis yang dengan catatan selama belum ada larangan karena hukum asal muammalah dan makanan ialah halal/dibolehkan kecuali jika didapati dalil pelarangannya

Rosululloh dalam hadist tersebut juga memberikan solusi yang harus ditempuh seorang muslim jika menghadapi suatu fitnah atau keadaan dimana kondisi umat tidak ada jama’ah maupun imamnya, sesuai sabda beliau “hindarilah semua firqoh/kelompok2 itu”, realita spt inilah yang kita jumpai dimana kaum muslimin hidup tanpa dipimpin seorang khalifah jadi tidak membuat cara-cara sendiri dengan mengikuti akal dan hawa nafsu, karena semua pendapat akan gugur jika telah datang dalil yang shahih
Dan disinilah ujian bagi kita apakah akan lebih mengutamakan dalil naqli sbg hujjah atau kah malah mendahulukan akal dan hawa nafsunya .

Untuk dengan mudah memahami maksud hizb2/firqoh2 yang dilarang rosululloh ada baiknya kita memulai dengan memahami dahulu lafadz2 istilah yang digunakan oleh rosululloh sholallohalaihiwasalam tersebut
Hizb-Allah itu cuma satu, karena dalam Al-Qur’an, Allah menggunakan kata “Hizb” (singular) yang artinya “sebuah partai/hizb.” Persatuan Islam itu ibarat sebuah lingkaran besar. lingkaran besar kaum yaitu kaum muslimin yang mengatakan Lailaaha illallah Muhammaddarrasulullah, menjalankan kitabullah, Sunnah Nabi serta Ijma para shahabat

Biarkanlah lingkaran besar kaum muslimin itu tetap satu, jangan dibagi-bagi menjadi lingkaran-lingkaran kecil.

Hizb-hizb yang menyempal dalam firqoh umumnya memakai lambang, bendera dan seragam mereka masing-masing hizb. Hal itu sudah cukup kita katakan bahwa mereka telah membuat sebuah lingkaran kecil di dalam sebuah lingkaran besar. Karena lingkaran besar Islam tidak mempunyai lambang, bendera dan seragam sendiri-sendiri . Bahkan hal itu pun sudah cukup untuk membuat orang Islam yang lain merasa berbeda dengan ummat Islam yang memakai atribut dan seragam tersebut. Seandainya mereka menyerukan agar Ummat Islam memilih mereka, atau mengajak bergabung menjadi anggota partai atau hizb mereka, maka inilah yang dinamakan membuat lingkaran kecil.

Maka para ulama maupun asatidz (para ustadz) yang memahami dangan baik mengenai larangan berhizbi atau berfirqoh tsb akan menutup pintu-pintu fitnah ekslusifisme jamaah-jamaah pengajian. Bahkan dlm konteks ini termasuk penisbatan nama jamaah pengajian saja sangat dihindari pada hal2 yg mengandung unsur ekslusifisme kelompok yang mengarah pada hizbi atau firqoh. Penisbatan nama jamaah pengajian yang mendapat rekomendasi dari para ulama bermanhaj sunnah dalam memberikan nisbat jamaaah pengajian lazimnya menisbat pada nama kitab yang dibahasnya misal “jamaah kajian kitab Riyadlusholihin” atau nisbat pada masjid tempat kajian tersebut semisal” jamaah kajian masjid raya bintaro”. Untuk penisbatan nama saja mereka sangat berhati-hati agar sekurangnya tidak masuk sifat-sifat hizbiyah dalam diri mereka tanpa mereka sadari karena syubhat itu lebih berbahaya ketimbang syahwat

Organisasi/perkumpulan/jamaah itu bisa saja diperlukan, yaitu sebagai sarana bagi kita untuk mempermudah dakwah dan menyerukan manusia kepada lingkaran besar Islam. Tapi kalau organisasi/perkumpulan/kelompok/partai/jamaah itu didirikan untuk mengajak manusia masuk kepada kelompok mereka, maka mereka telah membuat sebuah lingkaran kecil di dalam lingkaran besar kaum muslimin. Organisasi seperti inilah yang justru akan memecah belah ummat. Imam Malik berkata, apabila anda melihat suatu kelompok dalam Islam yang menyerukan Ummat Islam masuk kepada kelompoknya, bukan menyerukan kepada Islam, maka ketahuilah bahwa kelompok itu adalah sesat.

Telah diketahui realitas perpecahan ummat ini telah dikabarkan oleh Rasulullah pada 14 abad yang lalu, dan jalan keluarnya pun telah pula dijelaskan oleh Beliau. Perintah untuk menjauhi semua kelompok yang ada
Melalui hadits ini, Rasulullah telah memberikan solusi metoda dakwah akhir zaman, ketika ummat Islam telah berkelompok-kelompok. Inilah metoda dakwah menuju persatuan hakiki, yaitu persatuan jasadi warruuhi. Idealnya dengan bersatunya pemahaman beragaman di atas manhaj yang haq, maka otomatis Jasadnyapun akan bersatu.

Lama atau cepat waktu tuk mencapai kemenangan umat ini bukan urusan kita. Itu urusan Allah. Kita tidak dituntut untuk cepat-cepat. Bahkan kemenangan itu sendiripun bukan suatu tuntutan. Kemenangan pada hakekatnya adalah pemberian dari Allah. Yang Allah tuntut dari diri kita adalah bagaimana kita menunaikan jalan menuju kemenangan tersebut sesuai dengan konsep nubuwwah yang rosululloh ajarkan bukan menurut pikiran dan hawa nafsu kita sendiri.

Wallahu a’lam bish-shawwab.

sumber:

dari berbagai sumber dan sbagian poin-poin penting dari tulisan Ibnu Lubna

Iklan

2 September, 2009 - Posted by | Memahami Larangan berhizbi / berfirqoh

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: