MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET

MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET BERSAMA IRWIN ANANTA

Label syari pada perguruan beladiri

Fenomena saat ini menunjukan akan maraknya bermunculan berbagai perguruan beladiri di Indonesia dengan berbagai ciri khasnya masing masing, ada yang menunjukan ciri keorsinalitasan berdasar wilayah asalnya, ciri khas kombinasinya, ciri khas pada gerakan nya pada tokoh pendirinya maupun pada keunikan lainnya. Secara perinsip hal tersebut merupakan bagian dari keankeragaman dan kekayaan budaya manusia yang harus dihargai, namun dari fenomena yang berkembang saat ini, sangat disayangkan sebab masih sedikit sekali dari perguruan beladiri profesional yang telah memperhatikan sampai sejauh mana norma dan adab-adab dalam prosesi latihan tersebut telah bersesuaian dengan ketentuan syariat Islam. Ditengah kekosongan atau kelangkaan dari perguruan beladiri yang berupaya memperhatikan kesesuaian dengan syariat islam tersebut telah muncul saat ini suatu perguruan beladiri saat ini yang berupaya untuk membidik segmen khusus dari para praktisi beladiri yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan perguruan beladiri yang mengadakan prosesi latihannya bersesuaian dengan syar’i, nama perguruan beladiri tersebut adalah Mandiri Aikido Club, sebagai perguruan beladiri yang berupaya mengusung label sesuai syar’i tersebut maka MAC berupaya untuk mensortir dari segenap prosesi latihan nya kemudian meniadakan hal-hal yang dianggap bertabrakan dengan rambu-rambu syariat Islam

Sehubungan datangnya sejumlah pertanyaan kepada dojo kami (MAC) soal label syari tersebut maka kami pun memberikan jawaban soal penggunaan label syari pada dojo kami tersebut

Seputar pertanyaan menyoal ciri-ciri beladiri sesuai syar’i yang dipertanyakan kepada pengurus Komunitas MAC merupakan indikasi munculnya antusias masyarakat untuk dapat mengetahui pelatihan beladiri dengan terbebas dari hal-hal yang melanggar syariat Islam namun tidak dipungkiri adanya kemungkinan pertanyaan soal perguruan beladiri sesuai syar’i merupakan sikap spontan karena selama ini merasa tidak ada pelanggaran syari dalam beladiri konvensional.

Sebtulnya yg prlu dipertanyakan kita saat ini ialah adakah perguruan beladiri yg sesuai syar’i disekitar kita???maka kita dapati umum nya perguruan2 beladiri ternyata sama sekali tdk punya perhatian terhadap soal syar’i tdk nya proses maupun materi dari beladir tsb baik entah karena keengganan memberi perhatian dan menerapkannya atau memang karena belum pahamnya para pengurus beladiri dgn berbagai ketentuan syar’i

Perbandingan umumnya perguruan beladiri konvensional dan perguruan beladiri yg sesuai syar’i sbb:

1. Beladiri Konvensional memakai filsafat beladiri yg bertentangan dgn syar’i(ajaran spritual beladiri yg mengandung bidah, syirik dan khurafat hampir kebanyakan perguruan beladiri ternyata masih memakai filsafat smcam ini), silahkan kita merujuk pada para ulama Ahlussunnah menyoal haramnya belajar dan mengamalkan ilmu filsafat.Orang muslim mencukupkan ajaran kebaikan kpd Al quran, sunnah dgn pemahaman nya para sahabat nabi sholulloh alaihiwassalam, maka kelompok beladiri yg sesuai syar’i harus berupaya memisahkan mana ajaran filsafat dan membuangnya serta memanfaatkan hasil olahan pengetahuan murni yang bisa di telaah secara ilmiyah dari materi beladiri tsb semisal aplikasi teknik dsb nya.semisal Aikido sendiri jika di telusuri ajaran sepritualnya maka akan menjurus kepada ajaran shinto sebagimana keyakinan pada pendiri nya.

2.Dalam prosesi adab yang diterapkan pada kebanyakan perguruan beladiri bertentangan dengan syar’i, diantaranya kelaziman membungkukan atau menundukan kepala menyerupai ruku maupun sujud sebagai tanda hormat baik diantara sesama pserta latihan maupun terhadap sensei atau guru pelatih.  Penggunaan gambar makhluk bernyawa baik sebagai  logo di seragam yang dikenakan, gambar pada  sepanduk yang dipajang msupun pemsangan foto sensei atau guru pelatih di dojo maupun tempat latihan maka jelas ini semua masuk pada perkara yang dilarang syariat Islam.  Silahkan baca kitab Tauhid yg disusun oleh Muhammad bin Abdul Wahab mengenai haramnya perbuatan ini.

3. Dalam Beladiri konvensional masih bercampur baurnya peserta putra dan putri (ikhtilat), padahal dalam latihan beladiri kita dapati kontak fisik yg bersangatan semisal di aikido sendiri itu terdapat materi bantingan, kuncian dan adakalanya dengan tindihan..??, bisa dibayangkan planggaran syari yg bisa terjadi pada perguruan beladiri yg konvensional.

4. Dalam prosesi latihan terutama bagi akhwat di umumnya beladiri yg konvensional belum adanya perhatian para pengurus beladiri tsb mengenai ketertutupan lokasi tempat maupun seragam yang digunakan atau terdapatnya instruktur putra buat mengajar putri maupun sebaliknya, seragam yg digunakan masih nampak ketat dan menggunakan celana panjang sbg pakaian luar yg benar2 menyerupai pakaian laki2 silahkan merujuk pada kitab2 ulama mengenai haramnya tasyabuh dgn laki2. Kami di mandiri Aikido club masih menggodok proses latihan buat akhwat dgn lokasi tempat yg tertutup semisal tempat senam wanita, bentuk desain seragam yg fleksible buat latihan namun tidak terlalu ketat serta tidak tasyabuh dengan pakaian seragam laki2.

5. Beladiri konvensional adakalanya mengajarkan materi ilmu kemampuan luar biasa yang di luar kelaziman kemampuan manusia normal pada umumnya seperti mengajarkan ilmu kebal bacok, ilmu kontak serangan jarak jauh, penyembuhan penyakit lewat jalan yg tidak syar’i, pengisian ilmu tenaga dalam dgn apapun istilahnya yg bernuansa metafisika sehingga menghasilkan manusia bertenaga luar biasa, cara-cara tsb umumnya didapat dengan jalan mengamalkan bidah maupun syirik dan khurafat oleh para psertanya baik disadari maupun tanpa disadari. Untuk masalah ini silahkan merujuk pada kitab2 ulama Ahlusunnan menyoal istidraj pada kemampuan luar biasa dan menganai hukum haramnya mempelajari ilmu sihir. Hal-hal kemampuan luar biasa ini dalam perguruan beladiri konvensional tsb ada yg sudah jelas2 haramnya maupun yg masih mengandung unsur syubhat.

Jadi label syar’i kami gunakan selain bertujuan buat memisahkan diri pada penisbatan konvensional yg tidak syar’i jugabertujuan untuk merangkul para peraktisi beladiri berbagai kalangan yg mempunyai kepedulian yang sama untuk bisa menyalurkan hobi dan keahlian tanpa harus terjerumus pada hal-hal yang dilarang syar’i, karena diantara kami sendiri yang saat ini tergabung dalam wadah komunitas beladiri aikido mandiri club sndri juga banyak berasal dari proses latihan pada perguruan beladiri yg masih konvensional sebelumnya, setelah kami banyak mengikuti kajian2 dari kitab2 ulama Ahlusunnah maka kami menemui banyak benturan di lapangan, maka diantara kami ada yg vakum, berhenti maupun keluar dari tempat latihan semula.Untuk mengumpulkan praktisi beladiri yg sama2 mempunyai kepedulian dngan kami maka kami membuat wadah club beladiri sendiri yang terpisah dari induk afiliasi perguruan Aikido baik yang di Indonesia maupun di jepang maka dgn itu kami beri nama club kami dg penuh harap bernama “MANDIRI” club, Meski disadari dalam proses berjalan masih byk kekurangan dan selalu mencoba memperbaiki namun kami juga bertekad memberikan sprit kesesuaian dgn syar’i baik kepada club kami sendiri maupun kepada perguruan belaidri2 lainnya.

Berikut ada percontohan busana anggun muslimah yg tetap digunakan dalam seragam beladiri, sengaja foto sy blur kan utk menjaga dari hal2 yg tdk di inginkan…, prtanyaan sudah ada blum yah perguruan beladiri di Indonesia yg sdh sedemikian sampai memperhatikan seragam akhwatnya dalam latihan..??, kalo belum ada itu artinya tugas kita bersama yg sdh paham syar’i utk menyelerasakan berbagai hal dgn ketentuan nya sesuai dgn bidangnya masing2..*smile*


Iklan

12 Desember, 2010 - Posted by | Label syari pada perguruan beladiri

5 Komentar »

  1. MasyaALLAH…ana sependapat dg hal tsb. Please minta contact personnya dong, agar qt bs sharing lbh bnyak. Atw hub. ana: 085695544254, syukran.

    Komentar oleh Abu Amir | 27 Januari, 2011

  2. Salam kenal akhi.. dan alhamdulillah jika kita punya visi yang sama dlm soal ini.., Jika ingin komunikasi soal mandiri club antum bs hubungi CP club kami di nomor 081288971369 dgn akhi Fajar, jika ingin komunikasi lbh lnjut dgn ana antum bs hub di 081314003377

    Komentar oleh Irwin Ananta | 27 Januari, 2011

  3. .Alhamdulillah ada club beladiri yang memperhatikan ttg beladiri yg syar’i. Mau tanya, alamat dojo dimana ya?…thanks infonya

    Komentar oleh Aan | 15 Februari, 2011

  4. Alhamdulillah juga kami mendapat banyak respon dari berbagai pihak termasuk Kang Aan, hal ini menunjukan bahwa tuntutan kesesuaian prosesi dalam latihan beladiri memang sudah menjadi suatu kebutuhan pula, untuk alamat dojo MAC silahkan antum lihat di http://mandiriaikidoclub.com/alamatdojo.html
    dan ada dua dojo baru MAC yang belum ,masuk list di web tsb yakni dojo Ibnu Umar dan dojo Alhijriyah di ciputat.

    Komentar oleh Irwin Ananta | 16 Februari, 2011

  5. Alhamdulillah Mandiri Aikido Club sudah berdiri Di Jakarta ya?

    Bagaimana kalo mengembangkan ke Bandung?

    Sy setuju dengan konsep utamanya Syari’ dan Bela diri. 😀

    Komentar oleh gumuruh | 15 Juni, 2013


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: