MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET

MEDIA KULIAH ONLINE VIA INTERNET BERSAMA IRWIN ANANTA

SIKAP SEORANG MUKMIN KETIKA MENGHADAPI KEPUTUSAN PEMERINTAH DALAM MENAIKKAN HARGA BBM

HARUSKAH MENAATI SBY? Alloh berfirman, artinya: “Hai orang-orang beriman, taatilah Alloh dan taatilah Rosul-Nya, serta PEMIMPIN di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 59)

HARUSKAH PRO ATAS KENAIKAN BBM? PADAHAL MASYARAKAT TIDAK SEPAKAT! Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, artinya:”Hendaklah kamu PATUH dan TAAT pada saat susah maupun senang, pada saat suka maupun terpaksa, dan ketika pemimpin bersikap mementingkan diri sendiri. (HR. Muslim)

APAKAH ADA KEBAIKAN SAAT MEMULIAKAN KEPUTUSAN SBY TENTANG BBM INI? Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, artinya: “Barangsiapa memuliakan PEMIMPIN di dunia, maka Alloh akan MEMULIAKANNYA pada hari kiamat dan barangsiapa menghina PEMIMPIN di dunia, maka Alloh akan MENGHINAKANNYA pada hari kiamat.” (HR.Ahmad)

LANTAS, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ATAS KENAIKAN BBM INI? Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, artinya: “Barangsiapa tidak suka terhadap tindakan pemimpinnya, hendaklah ia bersabar karena tidaklah seseorang mencabut ketaatan sejengkal, lalu ia meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan JAHILIYYAH.” (HR. Muslim)

KALAU BEGITU, TINDAKAN NYATA APA DILAKUKAN? “Diantara tanda-tanda ahlus-sunnah adalah mendoakan kebaikan kepadanya (pemerintah).” Kemudian bila mempunyai kemampuan dan kekuasaan ilmiyah BOLEH MENASEHATI SBY DENGAN CARA YANG TIDAK MENJATUHKAN WIBAWANYA AGAR TIDAK MEMPROVOKASI PEMBANGKANGAN DAN PEMBERONTAKAN
Rosululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, artinya Barang siapa ingin menasihati seorang penguasa maka jangan ia tampakkan terang-terangan, akan tetapi hendaknya ia mengambil tangan penguasa tersebut dan menyendiri dengannya. Jika dengan itu, ia menerima (nasihat) darinya maka itulah (yang diinginkan, red.) dan jika tidak menerima maka ia (yang menasihati) telah melaksanakan kewajibannya.” (Sahih, HR. Ahmad)

Dikutip secara ringkas dari postingan status FB Abu Zhafirah dengan sedikit tambahan.

Sekiranya penguasa kita dzalim sekalipun tidak boleh berdasar dengan argumen itu untuk keluar dari ketaatan kepada penguasa dan melakukan pembangkangan,  Mengapa tidak serta merta kita di bolehkan memutus dari menaati pemimpin muslim meski yang bersangkutan  zhalim dan fasik?

Karena Nabi shallalahu’alaihi wa sallam telah memerintahkan hal tersebut.
“Akan datang sesudahku para pemimpin, mereka tidak mengambil petunjukku dan juga tidak melaksanakan sunnahku. Dan kelak akan ada para pemimpin yang hatinya seperti hati setan dalam jasad manusia.” Maka aku (Hudzaifah) berkata: “Wahai Rasulullah, apa yang aku perbuat jika aku mendapati hal ini?” Beliau bersabda: “Hendaklah engkau mendengar dan taat kepada pemimpinmu walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah dengar dan taat kepadanya.” (HR. Muslim dari Hudzaifah Ibnul Yaman radliyallahu’anhu)

Lihatlah, “pemimpin berhati setan dalam jasad manusia”, “memukul dan merampas harta”, bukankah ini termasuk sebesar-besarnya bentuk kezaliman dan kefasikan?! Akan tetapi Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tetap memerintahkan untuk mendengar dan taat. Maka tunduklah dengan keputusan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tinggalkan akal dan perasaan kita yang bertentangan dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.

Hikmah yang tersimpan dalam perintah untuk taat kepada mereka diantaranya adalah untuk memelihara kesatuan umat (stabilitas masyarakat) karena terjadinya perpecahan akan menimbulkan kerusakan -tatanan masyarakat (Chaos)

Negeri-negeri yang pemimpinnya tidak punya wibawa atau tidak ada pemimpin lagi menimbulkan suasana (chaos), kriminalitas tidak terbendung karena tidak ada aparatur hukum sama sekali, masyarakat saling membentuk milisi-milisi bersenjata dan sibuk memerangi satu dengan yang lain, perkosaan, perampokan merajalela bisa terjadi bebas di jalan-jalan umum tanpa ada yang bisa menghalangi, kehormatan orang di injak-injak tanpa bisa membela diri, pembunuhan menyebabkan hilang nyawa kaum muslimin semakin marak dan harga nyawa seolah menjadi sangat murah, maka pintu-pintu kearah hal-hal tersebut wajib ditutup!

Para ulama, cendekiawan dan kaum muslimin yang memiliki ilmu/paham agama akan berupaya menjauhi terbukanya pintu fitnah (Chaos/kekacauan) karena mereka tahu dan paham begitu berharganya nilai nyawa seorang muslim disisi Allah, yang lebih berharga dari sekedar kedudukan, menggeser kekuasaan, memperebutkan wilayah dll, oleh sebab itu keputusan perang dan pertumpahan darah hanya dilakukan jika memang diberi isyarat oleh dalil dan memandang kemaslahatan yang ada lebih besar daripada mudharat yang ditimbulkannya

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hancurnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim.” (HR. Tirmidzi no.1395 dan An Nasai 7:82)

Maka berhati-hatilah dengan propaganda dan provokasi para ahli bid’ah yang dengan motivasi politik/hawa nafsu untuk merebut kekuasaan kemudian mereka mengabaikan larangan Allah dan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengorbankan nyawa/darah kaum muslimin kedalam pintu-pintu bahaya bahkan terhadap hal yang jelas-jelas nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah isyaratkan diantaranya dalam adab yang berlaku terhadap penguasa yang dzalim

Catt: Ahli Bid’ah kadang bernampilan kasat dzohir yang nampak seperti para ulama serta berbuat seolah seperti sedang memberi nasehat namun hakekatnya mereka memberi racun yang bisa merusak peradaban lintas generasi dengan paham sesatnya, tidak semua kaum muslimin bisa membedakannya, maka berhati-hatilah!

Iklan

17 Juni, 2013 - Posted by | SIKAP SEORANG MUKMIN KETIKA MENGHADAPI KEPUTUSAN PEMERINTAH DALAM MENAIKKAN HARGA BBM

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: